Ketika
Mas GAGAH Pergi … dan KembaliHelvy Tiana Rosa
Dikembangkan
dari sebuah karya legendaris, yang sangat menggetarkan dan membangkitkan
semangat Islam para remaja Indonesia sejak pertama kali diterbitkan di majalah
Annida 1993, hingga sekarang. (Asma Nadia)
Wajar ia di panggil Gagah, sosoknya yang mendapat hidayah berubah
kehidupannya dengan gagah menyampaikan Islam pada orang-orang terdekatnya.
Hingga sang adik tomboy yang sangat ia sayangi berubah menjadi gadis muslimah,
mengapa bisa begitu? Tidak hanya 1 alasan tetapi 8 alasan yang membuatnya
tergugah tuk berpakaian Muslimah.
Sedikit saya kutip percakapan dari kisah ini.
Sedikit saya kutip percakapan dari kisah ini.
Alasan pertama karena berjilbab adalah perintah Alloh dalam surat Al Ahzab ayat 59 An
Nur ayat 31. Kedua, karena jilbab identitas utama untuk dikenali sebagai
seorang muslimah. Asti Ivo seorang artis, justru mulai menggunakan jilbab saat
kuliah di Jerman. Alasan ketiga karena dengan berjilbab merasa lebih aman dari
gangguan. Dengan jilbab orang akan memanggil saya “Assalamu’alaikum” atau
memanggil saya “bu Haji” yang juga merupakan do’a. jadi selain merasa aman,
bonusnya adalah mendapatkan do’a. hal ini akan berbeda bila muslimah mengenakan
pakaian yang ‘you can see everything’
Alasan keempat, dengan berjilbab, seorang muslimah akan
merasa lebih merdeka dalam artian yang sebenarnya. Perempuan yang memakai rok
mini didalam angkot misalnya akan resah menutupi bagian-bagian tertentu
tubuhnya dengan tas tangan. “Nah, kalau saya naik angkot dengan berbusana
muslimah saya bisa duduk seenaknya saya. Ayo, lebih merdeka yang mana?”
Alasan yang kelima, dengan berjilbab, seorang muslimah tidak
dinilai dari ukuran fisiknya. Kita tidak akan dilihat dari kurus, gemuknya
kita. Tidak dilihat bagaimana hidung dan betis kita. Melainkan dari kecerdasan,
karya dan kebaikan hati kita.
Keenam, dengan berjilbab control ada di tangan perempuan,
bukan lelaki. Perempuan itu yang berhak menentukan peria mana yang berhak dan
tidak berhak melihatnya.
“ke tujuh. Dengan jilbab pada dasarnya wanita telah melakukan
seleksi terhadap calon suaminya. Orang yang tidak memiliki dasar agama yang
kuat, akan enggan untuk melamar gadis berjilbab, bukan?”
“Terakhir, berjilbab tak pernah menghalangi muslimah untuk
maju dalam kebaikan,” ujar Mbak Nadia. “ O ya berjilbab memang bukanlah satu-satunya
indikator ketakwaan, namun berjilbab merupakan realisasi amal dari seorang
muslimah. Jadi lakukan semampunya. Tak perlu ada pernyataan-pernyataan negative
seperti “kalau aku hati dulu yang dijilbabin”. Hati itukan urusan Allah, tugas
kita beramal dengan ikhlas.
Ketika sang adik, Dita ingin menunjukan perubahan dirinya
yang telah menjadi seorang musliamah kepada kakak tersayang, takdir berkata
lain. Mas Gagah pergi, dihujung ia kembali.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar