كما
يحكى أنّ عَزَّة دخلت على الحجّاج فقال : يا عزَّة و اللغ ما أنتِ كما قال فيك
كُثَيِّر, فقالت : أيها الأمير إنه لم يَرنى با لعين التى بها.
Dalam sebuah riwayat, dikisahkan
bahwa ‘Azzah masuk menemui Al Hajjaj didalam istananya, maka Al Hajjaj berkata
kepadanya:“Hai ‘Azzah, demi Allah sebenarnya keadaanmu tidaklah secantik
yang diungkapkan oleh Kutsayyir, kekasihmu..”
Maka ‘Azzah menjawab : “Wahai
Tuan Amir, sesungguhnya Kutsayyir memandangku bukan dengan pandangan mata yang
Tuan gunakan saat memandangku.”
و
لا ريب أن المحبوب أحلى في عين محبه و أكبر في صدره من غيره, و قد أفصح بهذا
القائل في قوله
Dan tidak diragukan lagi, bahwa
orang yang dicintai itu terlihat lebih manis menurut pandangan orang yang
mencintainya dan lebih menyenangkan hatinya daripada yang lain.
Perasaan ini diungkapkan oleh Al
Hakam bin Ma’mar Al Khudhari melalui bait syair gubahannya :
فو
الله ما أدري أزيدت ملاحة
و حسنا على النسوان أم ليس لي عقل؟
و حسنا على النسوان أم ليس لي عقل؟
“Demi Allah, aku tidak tahu, apakah wanita itu makin bertambah
manis dan cantik ataukah memang akal sehatku sudah hilang?"
Terjemahnya disalin dari buku: TAMAN
JATUH CINTA; Rekreasi orang-orang dimabuk rindu -Ibnul Qoyyim Al
Jauziyyah; Penerbit : IBS
Tidak ada komentar:
Posting Komentar