Muslim Grills
Rabu, 24 Oktober 2012
Sabtu, 29 September 2012
Sedikit saya kutip percakapan dari kisah ini.
Rabu, 20 Juni 2012
Relativisme Kecantika
و حسنا على النسوان أم ليس لي عقل؟
Kamis, 05 Januari 2012
Selingan Cinta dari Khazanah Lama
Senin, 25 Juli 2011
Pesan dari Akhwat Tangguh
Akhwat itu cantik. betapapun parasnya, ia tetap cantik dengan ketawaduan langkahnya, nan malunya wajah ketika berhadapan dengan lawan jenis yang bukan mahram. tutur katanya dijaga sedemikian rupa, karena ia khawatir kalau-kalau bahasanyaakan menarik lawan jenis.
akhwat itu terjaga dengan menyembunyikan parasnya sampai Allah SWT yang menakdirkan bahwa memang ia jodoh kita, dengan ia menikahi kita, bukan menjadikan kekasih yang tak halal.
Senin, 18 April 2011
Rasa : Ku ingini perbedaan tak memisahkan
"orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat." QS. Al-Hujuraat 49: 10
Saudariku.. apa kabar mu sekarang?
Mari kita saling mendoakan dalam kebaikan.
Saudariku.. apa yang sekarang sedang kau lakukan?
Ingin rasanya kita berjuang bersama menuntut dan mengamalkan ilmu ini.
Saudariku.. apa aktivitas rutin mu saat ini?
Ingat masa bersama berlomba dan saling mengingatkan dalam kebaiakan.
Saudariku.. apa yang kaufikirkan sekarang?
Aku memikirkan mu, karena pemikiran kita berbeda lantas aku tidak setuju dengan mu dan dirimu tidak setuju dengan ku. Ini buakan lah masalah aqidah ataupun syariat. Ku harap pemikiran ini tak membuat kita merasa jauh.
Kau ingat kisah Abu Dzar dan Bilal dihadapan rasulullah. Merkapun bisa selisih paham. Apalagi diri kita manusia biasa yang baru belajar memahami kesantunan. Jadi kuharap engkau dapat memaklumi dan memaafkan diriku.
Saudariku.. Apa yang kau rasakan saat itu?
Kau ingat dengan kata-kata didalam sebuah buku yang pernah kubacakan?
Gelisah
Andai yang memegang kebijakan
Adalah Utsman ibn Affan
Dan yang mengeritiknya adalah
Abu Dzarr Al-Ghiffari
Kita pun masih berhak untuk khawatir
Maka jika mereka bukanlah keduanya
Perasaan apa lagi yang tersisa?
Ya Allah, izinkan kami untuk gelisah
Jika itulah yang bermanfaat
Maka buatlah kami berhenti di titik itu
Disitu saja
Dengan mengesankan dalam harap
Karena kami makin tahu
Berharap pada sosok maupun kelompok
Atau menggantungkan diri pada mereka adalah luka bagi iman kami
Juga kekecewaan yang kadang bertubi
Dengan mengesakan Mu sebagai pemilik dakwah ini
Lalu kami terus melangkah tanpa henti
Mentarbiah umat ini
Memperbanyak yang putih dalam jamaah ini
Agar engkau bersihkan yang hitam dengannya
Agar setidaknya, menjadikan yang hitam itu
Bagai najis yang tak menodai dua qullah
Ahh.
Karena tak ada lagi diantara kami yang sebaik Musa
Atau sejahat Fir’aun
Maka izikan kami belajar kesantunan
Qaulan layyinan
Agar saudara yang kami cintai
Tak sakit hati atau hilang harga diri
Saat kami menyampaikan cinta dalam nasihat
Ahh.
Karena tak ada lagi diantara kami yang sebaik Musa
Atau sejahat Fir’aun
Karuniakan pada kami kepekaan
Agar saudara kami tak perlu berteriak
Saat menyampaikan cinta dalam nasihatnya
Tapi cukup isyarat mata
Raut muka
Atau bisikan kecil yang menggetarkan
Salim A. Fillah
Saat ini itulah yang kurasakan.
“Ya muqallibal qulub, tsabbit qalbi ‘ala dinika wa tha’atik”
Tuhan yang membolak balikan hati, teguhkanlah hatiku pada agama-Mu dan ketaatan kepada-Mu
moeslim grill
Sabtu, 22 Januari 2011
Sosok yang akan Dirindukan

Terulur beribu tangan memegang erat. Bersama menjalankan amanah yang telah ditetapkan-Nya. Hingga hadir kekeluargaan islami dan saling peduli. Itulah suasana yang berusha diciptakan. Tiba tak disangka tangan itu ada yang terlepas, sempat sedih, tapi ku yakin tetap ada yang menggenggam ku erat.
Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: "Tuhan kami ialah Allah" kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: "Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu." QS. Fushshilat :30
Hari demi hari berlalu, tak terasa pertemuan yang lalu, kebersamaan yang terbentuk sekarang menjadi perpisahan. Perjalanan juang yang dilalui menyisahkan ilmu, semangat dan estafet tanggung jawab. Sesungguhnya hidup ini .. hanyalah terdiri beberapa menit dan detik saja. Karena itu .. buatlah suatu kenangan yang membuat namamu diingat setelah matimu. Karena kenangan bagi manusia adalah umur yang kedua.
Kini sosok yang dikagumi melangkah menuju yang ia kehendaki. Ingin bertemu namun melihatnya pun bagai fatamorgana. Tak tahu akankah dapat berjumpa. Selepasnya, hadir sosok baru tak sama dan tak serupa namun tetap berusaha tuk memberikan yang terbaik.
Takdir ini merupakan salah satu fenomena yang tercipta bukan karena kebetulan. Inilah rahasia-Nya, mewarnai kehidupan bagaikan misteri, mengarahkan kita tuk berlayar mengarungi ruang tak bertepi. Satu yang pasti, semua yang datang kan pergi sisakan lembaran memori tetapi kasihnya tetap tinggal disini.


