Sabtu, 29 September 2012


Ketika Mas GAGAH Pergi … dan KembaliHelvy Tiana Rosa

Dikembangkan dari sebuah karya legendaris, yang sangat menggetarkan dan membangkitkan semangat Islam para remaja Indonesia sejak pertama kali diterbitkan di majalah Annida 1993, hingga sekarang. (Asma Nadia)



Wajar ia di panggil Gagah, sosoknya yang mendapat hidayah berubah kehidupannya dengan gagah menyampaikan Islam pada orang-orang terdekatnya. Hingga sang adik tomboy yang sangat ia sayangi berubah menjadi gadis muslimah, mengapa bisa begitu? Tidak hanya 1 alasan tetapi 8 alasan yang membuatnya tergugah tuk berpakaian Muslimah.
Sedikit saya kutip percakapan dari kisah ini.

Alasan pertama karena berjilbab adalah perintah Alloh dalam surat Al Ahzab ayat 59 An Nur ayat 31. Kedua, karena jilbab identitas utama untuk dikenali sebagai seorang muslimah. Asti Ivo seorang artis, justru mulai menggunakan jilbab saat kuliah di Jerman. Alasan ketiga karena dengan berjilbab merasa lebih aman dari gangguan. Dengan jilbab orang akan memanggil saya “Assalamu’alaikum” atau memanggil saya “bu Haji” yang juga merupakan do’a. jadi selain merasa aman, bonusnya adalah mendapatkan do’a. hal ini akan berbeda bila muslimah mengenakan pakaian yang ‘you can see everything’

Alasan keempat, dengan berjilbab, seorang muslimah akan merasa lebih merdeka dalam artian yang sebenarnya. Perempuan yang memakai rok mini didalam angkot misalnya akan resah menutupi bagian-bagian tertentu tubuhnya dengan tas tangan. “Nah, kalau saya naik angkot dengan berbusana muslimah saya bisa duduk seenaknya saya. Ayo, lebih merdeka yang mana?”

Alasan yang kelima, dengan berjilbab, seorang muslimah tidak dinilai dari ukuran fisiknya. Kita tidak akan dilihat dari kurus, gemuknya kita. Tidak dilihat bagaimana hidung dan betis kita. Melainkan dari kecerdasan, karya dan kebaikan hati kita.

Keenam, dengan berjilbab control ada di tangan perempuan, bukan lelaki. Perempuan itu yang berhak menentukan peria mana yang berhak dan tidak berhak melihatnya.

“ke tujuh. Dengan jilbab pada dasarnya wanita telah melakukan seleksi terhadap calon suaminya. Orang yang tidak memiliki dasar agama yang kuat, akan enggan untuk melamar gadis berjilbab, bukan?”
“Terakhir, berjilbab tak pernah menghalangi muslimah untuk maju dalam kebaikan,” ujar Mbak Nadia. “ O ya berjilbab memang bukanlah satu-satunya indikator ketakwaan, namun berjilbab merupakan realisasi amal dari seorang muslimah. Jadi lakukan semampunya. Tak perlu ada pernyataan-pernyataan negative seperti “kalau aku hati dulu yang dijilbabin”. Hati itukan urusan Allah, tugas kita beramal dengan ikhlas.

Ketika sang adik, Dita ingin menunjukan perubahan dirinya yang telah menjadi seorang musliamah kepada kakak tersayang, takdir berkata lain. Mas Gagah pergi, dihujung ia kembali.