Rabu, 20 Juni 2012

Relativisme Kecantika


كما يحكى أنّ عَزَّة دخلت على الحجّاج فقال : يا عزَّة و اللغ ما أنتِ كما قال فيك كُثَيِّر, فقالت : أيها الأمير إنه لم يَرنى با لعين التى بها.
Dalam sebuah riwayat, dikisahkan bahwa ‘Azzah masuk menemui Al Hajjaj didalam istananya, maka Al Hajjaj berkata kepadanya:“Hai ‘Azzah, demi Allah sebenarnya keadaanmu tidaklah secantik yang diungkapkan oleh Kutsayyir, kekasihmu..”

Maka ‘Azzah menjawab : “Wahai Tuan Amir, sesungguhnya Kutsayyir memandangku bukan dengan pandangan mata yang Tuan gunakan saat memandangku.”
و لا ريب أن المحبوب أحلى في عين محبه و أكبر في صدره من غيره, و قد أفصح بهذا القائل في قوله

Dan tidak diragukan lagi, bahwa orang yang dicintai itu terlihat lebih manis menurut pandangan orang yang mencintainya dan lebih menyenangkan hatinya daripada yang lain.
Perasaan ini diungkapkan oleh Al Hakam bin Ma’mar Al Khudhari melalui bait syair gubahannya :
فو الله ما أدري أزيدت ملاحة
و حسنا على النسوان أم ليس لي عقل؟

“Demi Allah, aku tidak tahu, apakah wanita itu makin bertambah manis dan cantik ataukah memang akal sehatku sudah hilang?"
 
Terjemahnya disalin dari buku: TAMAN JATUH CINTA; Rekreasi orang-orang dimabuk rindu -Ibnul Qoyyim Al Jauziyyah; Penerbit : IBS