Keimanan menyatukan hati-hati ini dalam dekapan ukhwuah (persaudaraan islam)
"orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat." QS. Al-Hujuraat 49: 10
Saudariku.. apa kabar mu sekarang?
Mari kita saling mendoakan dalam kebaikan.
Saudariku.. apa yang sekarang sedang kau lakukan?
Ingin rasanya kita berjuang bersama menuntut dan mengamalkan ilmu ini.
Saudariku.. apa aktivitas rutin mu saat ini?
Ingat masa bersama berlomba dan saling mengingatkan dalam kebaiakan.
Saudariku.. apa yang kaufikirkan sekarang?
Aku memikirkan mu, karena pemikiran kita berbeda lantas aku tidak setuju dengan mu dan dirimu tidak setuju dengan ku. Ini buakan lah masalah aqidah ataupun syariat. Ku harap pemikiran ini tak membuat kita merasa jauh.
Kau ingat kisah Abu Dzar dan Bilal dihadapan rasulullah. Merkapun bisa selisih paham. Apalagi diri kita manusia biasa yang baru belajar memahami kesantunan. Jadi kuharap engkau dapat memaklumi dan memaafkan diriku.
Saudariku.. Apa yang kau rasakan saat itu?
Kau ingat dengan kata-kata didalam sebuah buku yang pernah kubacakan?
Gelisah
Andai yang memegang kebijakan
Adalah Utsman ibn Affan
Dan yang mengeritiknya adalah
Abu Dzarr Al-Ghiffari
Kita pun masih berhak untuk khawatir
Maka jika mereka bukanlah keduanya
Perasaan apa lagi yang tersisa?
Ya Allah, izinkan kami untuk gelisah
Jika itulah yang bermanfaat
Maka buatlah kami berhenti di titik itu
Disitu saja
Dengan mengesankan dalam harap
Karena kami makin tahu
Berharap pada sosok maupun kelompok
Atau menggantungkan diri pada mereka adalah luka bagi iman kami
Juga kekecewaan yang kadang bertubi
Dengan mengesakan Mu sebagai pemilik dakwah ini
Lalu kami terus melangkah tanpa henti
Mentarbiah umat ini
Memperbanyak yang putih dalam jamaah ini
Agar engkau bersihkan yang hitam dengannya
Agar setidaknya, menjadikan yang hitam itu
Bagai najis yang tak menodai dua qullah
Ahh.
Karena tak ada lagi diantara kami yang sebaik Musa
Atau sejahat Fir’aun
Maka izikan kami belajar kesantunan
Qaulan layyinan
Agar saudara yang kami cintai
Tak sakit hati atau hilang harga diri
Saat kami menyampaikan cinta dalam nasihat
Ahh.
Karena tak ada lagi diantara kami yang sebaik Musa
Atau sejahat Fir’aun
Karuniakan pada kami kepekaan
Agar saudara kami tak perlu berteriak
Saat menyampaikan cinta dalam nasihatnya
Tapi cukup isyarat mata
Raut muka
Atau bisikan kecil yang menggetarkan
Salim A. Fillah
Saat ini itulah yang kurasakan.
“Ya muqallibal qulub, tsabbit qalbi ‘ala dinika wa tha’atik”
Tuhan yang membolak balikan hati, teguhkanlah hatiku pada agama-Mu dan ketaatan kepada-Mu
moeslim grill
ku merindukannmu juga wahai pemimpinku
BalasHapus