Saksikan
Bahwa AKU SEORANG MUSLIM
Salim A. Fillah
Menjadi
muslim adalah menjadi kain putih. Lalu Allah mencelupnya menjadi warna
ketegasan, kesejukan, keceriaan, dan cinta; rahmat bagi semesta alam. Aku jadi
rindu pada pelangi itu, pelangi yang memancarkan celupan warna ilahi. Telah
tiba saatnya, derai berkilau Islam tak lagi terpisahkan dari pendar menawan
seoarang muslim. Dan saksikan, bahwa aku seoarnag muslim.
Alur yang dirasakan buku ini adalah dari pemusnahan kain-kain rombeng, lalu
setingkat demi setingkat menghadirkan sebuah kain baru. Dia disusun dari
benang-benang yang dipintal, yang tahan uji, ditenun dalam jalinan cinta suci,
dijahit pola-polanya, hingga dikenakan padanya tiara iman. Itulah pakaian
takwa. Dan pakaian takwa itulah yang terbaik.
Buku ini
telah meminjam konsep Ustadz Hasan Al Banna untuk merencanakan sebuah perubahan
dunia. Konsep yang dikenal dengan maraatibul ‘amal itu asas nya terdiri atas:
ishlahun nafs (perbaikan diri), binaa-ul usrah al muslimah (pembinaan keluarga
islami), irsyadul mujtmaa’ (pengarahan masyarakat), tahriirul wathan
(pembebasan tanah air), ishlahul hukumaat (perbaikan pemerintahan) dan
ustadziyatul ‘alam (guru semesta), sebagaimana yang telah Salim A Fillah tulis
dalam prolognya.
Sejarah
dijadikannya pelajaran berharga. “Sesungguhnya ikatan simpul Islam akan pudar
satu persatu, manakala didalam Islam terdapat orang yang tumbuh tanpa mengenal
jahiliah.” (Umar ibn Al Khathtab)
“Tanyakan saja
pada sejarah. Ketika pasukan soviet yang komunis akan berangkat berperang pada
PD II, sebagian di antara mereka melakukan desersi. Alasanny sangat realistis,
“tidak ada bedanya apakah kami mati sebagai patriot pembela Negara atau sebagai
pecundang yang bersembunyi dikolong ranjang. Karena kami Tak punya Tuhan yang
akan membalas perbuatan baik kami di kehidupan selanjutnya!”
Menumbuhkan tekad
karena Janji-Nya
“Maka kini,
mungkin dalam keterbatasan kita, bercita-cita tinggilah.. kerjakan semuanya
yang kau bisa sampai batas kelelahan menghampiri. Malam ini, saat kau rasakan
pega dip unggung, ngilu dikaki, dan nyeri di sendi, berbaringlah bertafakur
ditempat tidur. Bermuhasabahlah sambil merilekskan tubuhmu. Rasakan kenyamanan
istirahat yang sangat. Lalu, bolehlah engkau bersenandung seperti dilantunkan
Hijjaz:
Selimuti diriku
Dengan sutra kasih sayangMu
Agar lena nanti, kumimpikan surge yang
indah
Abadi
Pabila ku terjaga
Dapat lagi kurasai
Betapa harumnya surge fidaus
Oh illahi
(Hijjaz; sebelum mata terlena)
Semoga segala
kelehanmu, berhadiah pijatan lembut bidadari..”
Hingga cinta
pun akan bersemi.
“Adakah yang tak
suka dibimbing ayah seperti Luqman, yang selalu memanggil putranya, “ Ya
Bunayya..”? Adakah yang tidak rundu beribukan Khansa, yang disaat keempat
putranya menghadap Allah yang telah memuliakanku dengan syahidnya mereka.”? dan
adakah yang tak mendamba rumah tangga berisi Ibrahim, Hajar, dan Isma’il?
Adakah?”
Begitu
banyak hikmah dalam kehidupan yang dituangkan dalam buku ini. Kata sentilan pun
jadi sebuah pengingat. “yang
jelas berhala-berhala itu bermetamorfosis. Sempurna. Bagaikan kupu-kupu”
Beginilah penulis menungkan semangat,, membuka sejarah, mengangkat
fakta, menyampaikan firmanNya. Tiap-tiap bab memberikan tahapan-tahapan tersendiri bagi kisah hidup
seorang manusia.
“Para hawari murid ‘Isa telah tiada.
Sementara yang mengaku menjadi ahli kitab pewaris mereka telah berpaling dari
Lailaha Illallaah. Saudaraku, ini giliran kita. Kita muslim sejati, yang selalu
mengajak semua manusia kembali pada kebenaran firman, tapi kalau mereka
berpaling, cukup katakana dengan bangga dan penuh kemuliaan bahwa kita adalah
muslim.
Katakanlah: "Hai
ahli Kitab, Marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada
perselisihan antara Kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan
tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatupun dan tidak (pula) sebagian kita
menjadikan sebagian yang lain sebagai Tuhan selain Allah". jika mereka
berpaling Maka Katakanlah kepada mereka: "Saksikanlah, bahwa Kami adalah
orang-orang (muslim) yang berserah diri (kepada Allah)". Ali Imran :64”
hingga
akhirnya hati ini menggerakan ku dan
berteriak SAKSIKAN BAHWA AKU SEORANG MUSLIM.
