Jumat, 26 November 2010

Hati nurani berbicara "Maaf"


Sebuah massege dari Sudariku yang di rahmati Alloh

Sudariku.. yang memakai jilbab karena rasa malu dan untuk menjaga kehormatan serta keteguhan hati.

Mohon maaf jika ada perkataan yang menyinggung/tersakiti.

21 nov 2010 by saudariku

Saya tersenyum menerima massege ini. Sungguh ini sebuah teguran secara tidak langsung ..

“Tak banyak yang ku ketahui tenatang diri ku, ku sendiri masih menyelami bagian terdalam yang telah diciptaknNya & dianugerahkanNya pada ku,”

Rasa malu yang berasal dari warisan

Kehormatan yang tak luput dari kehinaan

Hati yang bernoda.

Dalam hal ini saya tidak mengetahui dirinya, permasalahannya dan maksudnya. Kekhawatiran ini timbul, Mungkinkah tersirat prilaku yang mencerminkan saya marah atau benci terhadapnya karena setiap orang melakukan sesuatu pasti ada sebabnya. Wallahu a’lam.

Tak ada alasan untuk tak memaafkan.

“Kesalahan ku begitu banyak tetapi Allah tetap memaafkan ku.”

إنَّ اللهَ لَعَفُوٌّ غَفُوْرٌ

“Dan adalah Allah Maha Pema’af lagi Maha Pengampun” Q.S. an-Nisaa :99

"Jika kamu melahirkan suatu kebaikkan atau menyembunyikan atau memaafkan suatu kesalahan orang lain,maka sesungguhnya ALLAH Maha Pemaaf lagi Maha Kuasa." Q.S. An-Nisa :149.

meminta maaf tidak membuat kita hina,

memberi maaf jangan membuat kita bangga,

saling memaafkan adalah yang terbaik.

21 nov 2010 by saudariku

Tertegun dan memikirkan..

Saya pernah mendengar stagement dari sebuah acara talk sohw "Bila kamu tidak berbuat salah tidak perlu mengucapkan maaf karena hanya akan membuat mu terlihat lemah"

Dan stagement ini sempat melekat didiri saya. Saya harap stagement itu tidak ada dalam diri teman-teman.

Ibn Rumi pernah berkata,

"Mereka adalah manusia dan dunia yang tak mungkin lepas dari kotoran,

yang membosankan mata dan mengotori minuman.

Tidak adil jika engkau menginginkan orang yang sangat sempurna,

sementara engkau sendiri tidak sempurna"

"Maka janganlah kamu mangatakan dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui tentang orang yang bertakwa" Q.S. An-Najm: 32

Tak perlu merasa lemah ataupun malu meminta maaf, kita tak pernah menyadari berapa kali menyakiti orang lain, entah itu dari pekataan, ucapan atau pun tingkah kita. Selagi bisa berjumpa dan berkomunikasi dengan saudaramu maka mintalah maaf nya.


"Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari TUHAN mu dan pada syurga yang luasnya seluas langit dan bumi yang di sediakan untuk orang-orang yang bertaqwa.[yaitu] orang-orang yang menafkahkan [hartanya],baik di waktu lapang maupun sempit,dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan [kesalahan] orang.ALLAH menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. Q.S.Ali-Imran:133-134

Meminta maaf dan memberi maaf begitu indah karena hal itu lah hati nurani berbicara hingga meluluhkan ego dan kesombongan.

“Lewat catatan pendek ini pula ku ingin mengucapkan "Maaf" Untuk khilaf ku dan setiap kata yang melukai perasaan saudara/i-ku..”


-moeslim grills-